Starting business? Indonesia perlu 47 hari, Singapore 3, Malaysia 17 hari (part 1)

sambil browsing, saya coba baca-baca laporan Doing Business in Indonesia 2011,  sebuah laporan rutin yang dirilis World Bank dan IFC setiap tahun.

Dari banyak kategori yang direview,saya selalu tertarik dengan peringkat Indonesia dalam kategori “starting a business”. Mengapa?

1. Ini mewakili seberapa menarik negara kita bagi investor; inipun masih sangat simpel karena hanya melihat secuil dari banyak faktor lain seperti peraturan/perundangan, tingkat korupsi, stabilitas serta makroekonomi.

2. Proses ini mewakili cara berpikir dan paradigma pemerintah (dan masyarakat kita)

3.  Dari pengalaman saya memperbaiki proses di banyak perusahaan, proses seperti ini cukup simpel jika ingin diperbaiki (tapi sangat tidak gampang)

Jika disimpulkan, untuk memulai suatu bisnis di Indonesia memerlukan 47 hari dalam melalui 9 prosedur. Tentu saja ini adalah angka rata-rata (tepatnya median) berdasarkan proses penggalian data oleh team Doing Business. Dibandingkan negara lain kita menduduki peringkat 155 dari 183 negara

Sedikit perbandingan:

ranking   Negara                  proses/prosedur    lama proses (hari)

1               New Zealand                1                                        1

4               Singapore                     3                                       3

113          Malaysia                        9                                        17

Yang perlu kita ingat selalu (dan ini menjadi concern utama saya) adalah lamanya suatu proses (termasuk banyaknya prosedur) tidak menjamin tingginya kualitas. Malah dalam Lean thinking telah dibuktikan sebaliknya, semakin simpel dan cepat suatu proses, malah akan menghasilkan produk yang lebih tinggi kualitasnya.

Dengan syarat, kita menghilangkan yang disebut NON VALUE ADDED ACTIVITIES bukan asal mempercepat.

Disamping itu, banyaknya prosedur dan lamanya proses kebanyakan tidak disadari oleh pihak-pihak terkait karena kebanyakan instansi masih berpikir secara silo (internal focus, bukan CUSTOMER FOCUS).

Sebagai catatan, Indonesia sendiri sudah menunjukkan kemajuan dalam mereformasi prosedur-prosedur berkaitan dengan Starting a Business, tapi memang sebagai bagian dari Continuous Improvement, mapping yang lebih baik diperlukan oleh instansi-instansi terkait untuk mempersingkat prosedur, mempercepat proses namun menghasilkan kualitas yang lebih baik dari sisi end product berupa perijinan.

Seperti apa sebenarnya proses pengurusan ijin usaha di Indonesia? Bersambung ke bagian 2

Namun yang perlu ditekankan sekarang, SOLUSINYA adalah bukan melulu TEKNOLOGI seperti IT atau digitization tapi yang mendasar adalah KOMITMEN dari Pemerintah/Instansi dan DISIPLIN kita semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: