kartu kredit itu netral (dan bagaimana membuatnya jadi menguntungkan)

sebuah pembelaan untuk kartu kredit…

dalam berbagai berita, diskusi, ceramah keuangan, banyak yang menyebut kartu kredit sebagai “barang haram”, “kartu setan”, “rentenir modern” dan lain sebagainya.

Selain bunganya yang tinggi (>3% per bulan), promosinya dianggap sebagai pengundang masuk jebakan  lubang hutang (konsumerisme),  promosi lewat SMS/telpon/ mall yang “sangat bersemangat”, tentu saja topik utama kejahatan kartu kredit adalah debt collector.

Sebagian klaim diatas ada betulnya, namun mengatakan sesuatu hal sebagai haram atau setan hanya karena ada efek buruknya adalah cara pandang fatalistik yang bikin bangsa ngga maju🙂 Saya akui bahwa banyak teman, saudara dekat yang terjerumus dalam timbunan kartu kredit dan kejaran debt collector; dan tentu saja pengalaman melihat para nasabah yang ada di situasi buruk tersebut.

Namun,

Kartu kredit itu pada dasarnya netral, artinya kalau digunakan untuk hal-hal positif dia akan berguna; dipakai tidak pada tempatnya ya akan membawa kita ke neraka.

Sederhana kan? Ini sama saja dengan barang lain seperti pisau, sepeda motor, kekayaan, kecantikan, uang, dan sebagainya. Dipakai buat yang bagus bisa, buat yang jelek juga bisa. Jadi ini semua tergantung KITA sendiri.

Dalam pengalaman kerja saya, ada kesempatan luar biasa bertemu dengan teman-teman yang bisa menggunakan kartu kredit menjadi hal yang menguntungkan. Bahkan, dalam beberapa kali market research, saya bisa menyaksikan para pengusaha menjadikan kartu kredit sebagai modal/aset untuk memperlancar cashflow!

Nah ini ada beberapa tips sederhana untuk menjadikan kartu kredit jadi sahabat:

1. Bayar selalu penuh (100%) sebelum tanggal jatuh tempo, tambahkan biaya materai (Rp. 6000) dan biaya transfer (jika menggunakan ATM atau cara lain, ketahui biaya pembayarannya).

            Ingat, jika disiplin melakukan hal ini, kita tidak akan pernah terkena bunga🙂

2.  Catat/ingat tanggal cetak tagihan dan tanggal jatuh tempo, terutama jika memiliki lebih dari 1 kartu kredit. 

     Tips: bertransaksi setelah tanggal cetak tagihan akan memperpanjang masa tunggu sebelum kita perlu membayar tagihan menjadi lebih dari 30 hari

3.  Limit kartu kredit bukan merupakan uang yang kamu punya! Berbelanja tidak perlu mengingat limit kartu kredit, tapi dengan ingat berapa uang yang kita punya di tabungan ataupun pendapatan yang dicadangkan untuk berbelanja.

    Tips: Hindari menggunakan kartu kredit tanpa perencanaan/impulsive buying. DANGEROUS!!!

bikin pos dan quota khusus untuk kartu kredit kamu, misalnya kartu kredit A hanya untuk belanja supermarket maksimal 1 juta/bulan; kartu kredit B untuk belanja baju maksimal 500 rb/bulan. Jika hanya punya satu kartu kredit, tetap buat pos-pos apa saja yang akan menggunakan kartu kredit dan berapa maksimum pengeluaran per bulan.

Berikut tips tambahan kalau sudah berhasil disiplin dalam ketiga hal diatas…:

4. Hanya ambil cicilan barang 0% DAN  tanpa biaya administrasi🙂 di luar itu mending beli cash aja (ga ada tapi-tapi disini)

5. Cari kartu kredit yang menawarkan benefit bagus yang sesuai dengan pengeluaran rutin kita

Misalnya saya menggunakan beberapa kartu kredit secara rutin:

GE Shopping Card (mungkin sebentar lagi menjadi Permata Shopping Card) karena memberikan rewards setiap kali belanja groceries; dalam 3 bulan saya bisa mendapatkan beberapa lembar voucher MAP  (lumayan kan?)

Citibank Garuda karena memberikan banyak benefit buat saya yang sering travelling domestik, dalam setahun mileage saya rata-rata cukup untuk terbang gratis Jakarta-Denpasar pp (lumayan kan?)

BNI Card, karena kartu BNI sekarang yang promosi diskonnya lumayan kenceng (beberapa tahun yang lalu dipegang Mandiri, BCA, Mega, UOB). Nanti kalau ada bank yang lebih promosinya ya kita pakai yang itu😀

Akhir kata, kalau kita disiplin melakukan hal-hal diatas, dijamin tidak perlu bayar bunga, tidak perlu berurusan dengan debt collector dan malah banyak dapat benefit beneran. 

Kesimpulan:

gunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran/pengganti uang yang sudah kita punya, bukan pengganti uang yang MUNGKIN kita akan punya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: