bekerja sebagai sebuah hadiah: catatan TEDxJakarta 13 Aug’11

Pagi-pagi di hari Sabtu, ketika anak-anak masih tidur saya meluncur menuju JIS untuk gabung di acara TEDxJakarta (@TEDxJakarta). Tidak gampang meninggalkan rumah di hari Sabtu, jadi acaranya HARUS bagus.

Mendengar petikan gitar Jubing Kristianto yang simpel dan indah membuka acara dengan  theme song film Mission Impossible serta pemaparan Green School dari John Hardy langsung membuat saya teringat kata-kata dari Seth Godin tentang bekerja sebagai sebuah hadiah kepada orang lain.

“A day’s work is your chance to do art, to create gift, and to do something that matters.”

Art? Maksudnya Seni?

Green School - Bali

Dan ini bukan hanya tentang seniman seperti Jubing yang memainkan gitar yang berlandaskan kecintaannya pada gitar atau John Hardy yang membuat sekolah alam dengan arsitektur yang sangat luar biasa untuk memberikan anak-anak kegembiraan dan kedekatan dengan alam. Bukan juga hanya tentang seniman seperti Didik Nini Thowok yang menari karena itu membuat ia senang dan orang lain senang.

Ini tentang kita semua, apapun pekerjaan dan aktivitas kita.

Dan menurut saya, itulah yang ditunjukkan hampir semua pembicara di TEDxJakarta kemarin. Tentang mengerjakan sesuatu yang kita cintai sebaik-baiknya dan membuat orang lain gembira.

Menurut Seth Godin lagi, kita mesti bekerja sebagai artis. Artis dalam pengertian bukan hanya sebagai musisi, penyair atau bintang film. Artis dalam pengertian memberikan sebuah sentuhan seni, art, dalam pekerjaan dan kehidupan kita.

Art is what we’re doing when we do our best work. When you make others happy, whatever you did, it’s a gift for them.

Lihat juga apa yang dilakukan Ibu Musdah Mulia dalam usaha menempatkan Agama dalam konteksnya sebagai wahana untuk mencapai perdamaian, bukan sebaliknya.

Cerita Edward Suhadi (@edwardsuhadi) seorang fotographer yang berangkat ke Halmahera setelah mendengarkan sharing Pak Anies Baswedan dalam sesi TEDxJakarta sebelumnya tentang program Indonesia Mengajar; Edward memutuskan bergabung untuk mendokumentasikan kesepuluh pahlawan muda Indonesia di pelosok Maluku.

Mulyadi Pinneng (@pinneng) yang mencoba memperkenalkan keindahan panorama underwater Indonesia melalui fotografi.

Zainal Alif (@zainalalif) yang seluruh hidupnya diabdikan untuk mempelajari, mendokumentasikan dan memperkenalkan permainan rakyat. Karena “bermain adalah cara paling gampang untuk membuat anak bahagia sambil belajar

Dan tentu saja, idola masa kecil saya Pak Raden (@_pakraden_) yang mendongeng sambil menggambar tentang seorang raja kesepian yang mencari bahagia. Ia menyampaikan dengan dongeng sederhana bahwa “cara untuk berbahagia adalah dengan memberikan kebahagiaan kepada orang disekitar kita.”

Tentu saja kegiatan TEDxJakarta sendiri adalah sebuah hadiah, paling tidak buat saya. Acara yang dikelola dan dikoordinasikan oleh para sukarelawan yang bekerja berdasarkan sesuatu yang mereka suka dan dilakukan dengan senang, membuat saya senang. Saya yakin banyak orang merasakan hal yang saya rasakan.

It’s an art, and thanks for the gift.

2 Responses to bekerja sebagai sebuah hadiah: catatan TEDxJakarta 13 Aug’11

  1. Molly says:

    Nice post, Nath. TEDx berikutnya kapan? Jadi pengen dateng langsung😀

  2. Nath? who is Nath?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: