kecelakaan di tol Cipularang: human error atau kondisi jalan? Sebuah tool statistik sederhana bisa membantu

Ketika seorang penyanyi mengalami kecelakaan pada tanggal 3 Sep’11 yang menyebabkan istrinya meninggal, sebuah topik hot sempat menjadi menu utama media, terutama berkaitan dengan kondisi tol Cipularang yang menyebabkan “banyak” kecelakaan terjadi. Apalagi, empat hari kemudian terjadi kecelakaan di lokasi yang berdekatan dengan korban yang lebih banyak lagi.

Sesuai dengan karakter masyarakat kita yang doyan mendiskusikan topik-topik seperti ini sampai bosan sendiri (terutama dengan sedikit bumbu mistik), kecelakaan ini juga menyulut diskusi panas serta tuntutan banyak orang agar tol Cipularang di tinjau atau malah langsung diperbaiki, untuk menghindari kecelakaan.

Sebuah perspektif yang cukup obyektif dituliskan oleh James Luhulima di harian Kompas 10 Sep 2011 (hal 15). Disini  James menawarkan sebuah pandangan bahwa kecelakaan yang terjadi sepanjang tahun 2011 (213 kecelakaan) adalah sangat kecil dibanding jumlah kendaraan yangmelewati tol ini (127,183).  Ratio kecelakaan hanya 0.16% alias sangat kecil. Beliau menyatakan persetujuan dengan Polisi bahwa kecelakaan artis disebabkan karena human error. Oleh karena itu perlu enforcement yang lebih kuat dalam proses pemubuatan SIM serta monitoring yang lebih disiplin dalam mengawasi para pengendara.

Saya ingin melanjutkan pemikiran Pak James ini dengan menggunakan Control Chart, sebuah tool efektif yang jarang dipergunakan secara luas di luar pabrik.

Fungsi utama Control Chart adalah untuk membantu kita melihat suatu proses/data sebagai sebuah peristiwa khusus (Special Cause) atau hanya merupakan variasi alami saja (natural/random variation) saja? Hal ini akan sangat membantu untuk memulai kajian yang lebih teliti sebelum memutuskan apakah tol Cipularang perlu dirombak atau sebenarya sudah memadai.

Saya sangat setuju pendekatan Pak James yang menggunakan ratio antara jumlah kecelakaan / jumlah kendaraan, namun menurut saya, yang lebih tepat dipakai bukanlah ratio total per tahun atau per bulan, namun ratio harian. Untuk ratio seperti ini, control chart yang digunakan adalah p chart.

Karena saya tidak mempunyai data secara detail, saya membuat contoh fiktif untuk memperlihatkan bagaimana control chart bisa digunakan untuk mereview tol cipularang dalam 3 skenrio sederhana:

Skenario 1:

Skenario 1: variasi natural

Pada skenario 1 ini diperlihatkan bahwa pada puncak mudik, terjadi peningkatan jumlah kecelakaan. Namun jika dilihat dengan control chart, semua masih dalam statistical control, artinya peningkatan kecelakaan adalah konsekuensi logis dari meningkatnya jumlah kendaraan. Dalam bahasa Edwards Deming, semua masih dalam variasi alami, atau bukan karena kondisi jalan.

Skenario 2:

Skenario 2: kejadian khusus (outler)

Pada skenario 2, ditunjukkan terjadi kejadian khusus (special cause) atau outlier pada tanggal 3 Sep’11. Jika data menunjukkan seperti ini, kesimpulan yang bisa diambil adalah bukan jalan yang bermasalah tapi mungkin karena human error, faktor cuaca (hujan, angin) atau faktor-faktor yang diluar kondisi jalan. Kita bisa melanjutkan penyelidikan terhadap kejadian khusus (cuaca) dan kondisi pengendara.

Skenario 3:

Skenario 3: trend peningkatan kecelakaan

Jika data menunjukkan seperti skenario 3, maka ini dapat disimpulkan terjadi trend peningkatan kecelakaan dalam periode akhir Agustus’11 – awal September’11. Ini bisa terjadi karena:

– seasonality/musim mudik Lebaran

– penurunan kondisi jalan tol

– perubahan pengaturan lalu lintas atau pun pemberian SIM, dlsb.

Harus dilakukan kajian untuk mencari tahu, kenapa terjadi tren baru ini. Fokus untuk skenario ini bisa pada kondisi jalan, kepadatan kendaraan, perubahan peraturan yang terjadi di saat itu, an lain sebagainya.

 

Nah, tiga skenario diatas adalah contoh fiktif menggunakan tool real yang banyak digunakan di negara maju seperti Jepang. Jika ada data aktual, saya akan dengan senang hati melakukan analisis dengan komputer. Namun tetap diingat, angka dan grafik hanya pintu awal untuk memahami apa yang terjadi; pengetahuan yang lebih mendalam terhadap proses sehari-hari, pengamatan langsung di TKP, serta pengertian terhadap keseluruhan system (jalan, lalu lintas, peraturan, kondisi kendaraan yang mengalami kecelakaan) tetap memegang peranan penting.

Disini tujuan utama saya adalah data-data yang sudah ada bisa digunakan untuk melakukan kajian yang lebih baik, jangan hanya melnggunakan data sebagai total atau rata-ata saja. Kita perlu melihat detail dan variasinya.

One Response to kecelakaan di tol Cipularang: human error atau kondisi jalan? Sebuah tool statistik sederhana bisa membantu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: