“the lizard brain” dan mengapa kita (sering) takut berbuat benar

belakangan ini saya dihantui pertanyaan-pertanyaan ini:

mengapa kita, orang Indonesia, susah sekali melakukan hal- hal sederhana yang semua orang tahu itu merupakan tindakan yang benar?

mengapa banyak orang masih parkir di tempat yang ada tanda dilarang parkir?
buang sampah di tempat tanda di larang buang sampah?
menyalip dari sebelah kiri di jalan tol, padahal hampir tiap 500 m ada larangan menyalip dari kiri?

 

 

dan tentu saja kita adalah Bangsa yang membuat kalimat “katakan tidak pada korupsi” menjadi bahan lelucon di berbagai situasi…

singkatnya, ada jurang besar antara KNOWING dan DOING. antara TAHU dan MELAKUKAN

kenapa ini menjadi pertanyaan yang mengganggu saya?
karena semakin saya banyak berinteraksi dengan perusahaan yang sedang memperbaiki kinerjanya, semakin saya yakin bahwa kinerja belum baik bukan karena manajemen dan karyawan tidak tahu apa yang harus dilakukan, melainkan karena tidak melakukan hal-hal mendasar yang seharusnya dilakukan.

disamping itu, dengan bertambahnya usia, saya makin khawatir dengan daya saing negara kita yang masih berada diranking bawah serta hutang luar negeri yang makin menggunung.

banyak hutang artinya kita terlalu banyak berbicara dan berwacana dibanding hasil karya nyata!

sekali lagi, ada gap antara KNOWING dan DOING.

the lizard brain: sumber  ketakutan  dan resistansi

dari pencarian saya, saya mendapatkan temuan menarik yang diutarakan oleh banyak tokoh, dari Ed Deming, Bob Sutton/Jeff Pfeffer, dan tentu saja Seth Godin.

Menarik untuk diketahui bahwa inkonsistensi kita, mengetahui hal yang benar namun tetap melakukan hal yang salah, tidak lain disebabkan oleh rasa takut.

Pernahkah kamu berniat melakukan tindakan yang menurut kita benar, namun ada suara di kepala kita yang mengingatkan kita untuk “hati-hati, jangan sampai kita ditertawakan orang”, “ide bagus, tapi kayaknya sekarang belum saatnya” ?

Ada sebuah bagian dari otak yang disebut amygdala, yang merupakan bagian otak yang ada sejak evolusi awal manusia. Bagian ini mengatur banyak naluri alamiah kita: marah, reproduksi dan terutama rasa TAKUT.

Amygdala  menyimpan memori manusia akan hal-hal yang bisa mengancam kelangsungan hidup manusia: api, ketinggian, binatang buas, ancaman musuh, dan lain sebagainya.

Ingin coba bungee jumping? Akan ada suara di kepala kamu yang mencoba mencegah kamu melakukannya.

Berjalan di tempat gelap sendirian? Bulu tengkuk kamu mungkin berdiri, karena bagian otak ini akan menyiapkan seluruh pertahanan dari kemungkinan ancaman dari belakang.

Seth Godin meyebut amygdala sebagai lizard brain. Karena ia primitif, menyebabkan kita stagnan dan menolak ide-ide baru. Lizard brain menuntut kita untuk selalu berlindung, menolak ide baru dan jangan mengambil resiko sekecil apapun.

Lalu apa hubungan lizard brain ini dengan knowing-doing gap?

Rasa TAKUT.

Pernah kamu ingin mengatakan hal yang benar kepada atasan kamu yang sedang meracau dan mengambil keputusan yang salah? Di saat kamu akan mengatakannya, ada suara di kepala kamu yang mencegah kamu. Dan kamu batal lalu memilih diam. Lizard brain menang.

Jika kamu anak sekolah, pernahkah kamu punya keinginan ingin mengisi waktu dengan belajar sendiri di kelas, namun ada suara di kepala kamu yang terus menerus mengingatkan untuk tidak usah belajar ditempat umum agar jangan sampai kamu ditertawakan teman-teman sekelas kamu?

Dan inilah sebabnya, kenapa sangat susah untuk melompat dari TAHU untuk menjadi MELAKUKAN.

Kita harus melawan resistansi pikiran kita sendiri.

Yang menjadi permasalahan adalah fakta bahwa banyak masyarakat dan negara di luar Indonesia sudah berhasil membangun budaya dan infrastruktur untuk mengalahkan si Otak Kadal ini, sedangkan kita di Indonesia belum.

Dan itu adalah masalah besar!

 

 

notes: posting ini berhubungan dengan slide Knowledge-based-Action

One Response to “the lizard brain” dan mengapa kita (sering) takut berbuat benar

  1. […] dalam pencarian mencari jawaban kenapa banyak perusahaan dan individu yang hebat tapi kinerja-nya biasa saja, saya sampai pada banya… […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: