apakah kita, Bangsa Indonesia, adalah bangsa penakut?

sayang sekali, menurut saya jawabannya adalah YA, kita memang bangsa penakut.

berlawanan dengan apa yang diajarkan kepada kita, atau yang kita ingin percaya bahwa kita adalah bangsa pemberani, melalui serangkaian pemikiran saya mengambil kesimpulan bahwa yang benar adalah sebaliknya.

sebelum anda menghujat saya atau menganggap saya memandang dunia secara negatif, ada baiknya anda membaca logika berpikir saya kenapa sampai pada kesimpulan bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa penakut.

Ini adalah FAKTA yang mendasari kesimpulan saya:

1. Kita dijajah secara fisik, ekonomi, pemerintahan dan militer oleh Bangsa Belanda selama hampir 350 tahun dan oleh Bangsa Jepang selama 3.5 tahun. Kalau kita bangsa yang berani tentunya kita tidak akan terjajah selama itu.

2. Kita tidak merdeka secara ekonomi sampai hari ini. Modal utama ekonomi bangsa kita adalah pinjaman dan investasi dari negara luar. Kalau kita bangsa yang berani, kita seharusnya sudah merdeka secara ekonomi. Investasi dan hutang luar negeri tentunya sangat bagus, namun bukan berarti itu yang menjadi sumber utama😦

3. Korupsi merajalela dimana-mana; kalau sebelumnya di jaman Soeharto korupsi tersentralisasi di keluarga besar beliau dan kroni-kroninya, sekarang Korupsi mengalami pemerataan yang seadil-adilnya di berbagai daerah dan sektor. Jika saya bertanya kepada famili, teman, pemimpin yang saya kenal, hampir semua bilang mereka anti korupsi dan akan melawan jika ada korupsi di dekat mereka. Kenyataannya adalah kita terlalu takut untuk mengatakan hal yang benar atau bahkan menegur jika kita tahu saudara atau atasan kita ada yang korupsi.

4. Jangankan untuk skala besar seperti korupsi….untuk level yang lebih kecil saja kita tidak berani mengatakan hal yang benar atau berani mendudukkan hal yang benar:

a. Polisi cepek dan tukang parkir liar dimana-mana…kita tidak berani menegur mereka

b. Sopir Bis menyalip dari bahu jalan….kita tidak berani menegur mereka

c. Orang buang sampah sembarangan…kita tidak berani menegur mereka

Bukan salah pemimpin!

Tentunya mudah mengatakan ini adalah kesalahan Presiden, Gubernur, Kapolda atau para pemimpin lain…

Dan ini menguatkan kesimpulan saya, karena bangsa yang penakut adalah bangsa yang selalu menyalahkan orang lain terutama para pemimpinnya🙂

Oh ya, banyak sekali individu-individu pemberani di sekitar kita. Saya setuju.

Tapi yang saya bicarakan adalah kita sebagai sebuah BANGSA bukan individu. Banyak individu pemberani, tapi sebagai bangsa kita penakut. Ibaratnya jika sebuah tim sepakbola bertanding, jika hanya satu orang pemain yang berani sementara yang lain penakut, sebagai tim mereka akan kalah. That’s the only thing that matters. Sebuah tim…sebuah bangsa.

Kesalahpahaman: Suka berkelahi, pemarah dan mengamuk bukanlah tanda keberanian:)

Jika ada orang dekat anda yang gemar marah, cepat emosi atau suka mengamuk itu bukanlah tanda orang pemberani..justru itu adalah tanda penakut.

Orang penakut karena “insecure” bisa dilihat dari dua model: Violence atau Silence. To fight or to flight.

Orang penakut, kalau ngga ngamuk ya diem saja atau lari dari masalah.

Jadi kalau melakukan bom bunuh diri, itu ciri-ciri orang penakut karena dia tidak berani menghadapi kenyataan hidup, tidak berani berhadapan dengan kenyataan yang dia tidak suka.

Orang yang pemberani akan menghadapi persoalan di depannya dengan kepala dingin dengan tujuan persoalan selesai dan semua pihak bisa mendapatkan manfaat. Susah? Tentu saja…makanya menjadi orang pemberani susah.

Sebuah ironi

Tentunya yang menjadi ironi besar adalah saya termasuk dalam individu penakut dalam bangsa penakut. Tapi saya sudah mulai capek menjadi bagian dari sebuah bangsa dengan kualitas mediocre, korupsi dimana-mana dengan hutang yang harus ditanggung anak-cucu saya.

2 Responses to apakah kita, Bangsa Indonesia, adalah bangsa penakut?

  1. M Taufik Saleh says:

    Menyedihkan sekali melihat dan merasakan kondisi seperti ini.Padahal hidup di dunia ini tidaklah lama alias sebentar sekali kalau di tinjau dari umur dunia ini.Waktu sekolah di tingkat SD ( dulu SR ) di ajarkan peri bahasa, Gajah mati meninggalkan taring, hariamau mati meninggalkan belang/kulit….. bangsa kita mati meninggalkan utang… Lalu apa dan bagaimana untuk MERUBAH kondisi ini.? Dari mana mulainya ?

  2. Dekil Usil says:

    Memang kita telah menjadi bangsa penakut, krn dipimpio oleh para pemimpin penakut dan pecundang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: