Apple revenue & 80/20 rule: melihat fokus di dalam kerumitan

Beberapa hari yang lalu saya melihat grafik menarik berikut dari situs businessinsider; menunjukkan angka penjualan Apple  sampai Sep’12.

Sangat clear terlihat apa yang menjadi key driver dari pertumbuhan penjualan Apple sekarang ini: iPhone dan iPad. Dalam bahasa manajemen, kedua produk ini adalah the Vital Few, dua yang sangat penting diantara produk-produk/service Apple lain seperti iPod, Macbook Air, Macbook Pro, iTunes, software dan lain-lain.

Inilah contoh nyata betapa universal-nya prinsip pareto atau prinsip 80/20. Selalu ada segelintir faktor yang menjadi key driver utama.

Kenapa menarik buat kita? Karena Prinsip 80/20 adalah senjata utama kita dalam melakukan perubahan dan perbaikan dengan cepat!

Dalam contoh Apple, Tim Cook dan manajemen-nya pasti mati-matian mempertahankan segala hal terkait iPhone dan iPad.

Buat kita, prinsipnya adalah we got to find our own Vital Few. Ini basic yang sering dilupakan banyak orang ditengah terpaan dan banjir permasalahan.

Dalam interaksi saya dengan banyak orang dalam kerangka problem solving atau process improvement, sering sekali saya mendengar statement berikut:

“saya tidak tahu harus mulai dari mana Pak, penyebab kerusakan di sini banyak sekali”

“Ribet Pak, produk kami buanyak buanget…saya aja ngga tahu semuanya. Yang jelas kita merugi, cuma saya tidak tahu mesti fokus ke produk yang mana”

“problem di perusahaan saya sudah kayak benang kusut…terlalu banyak masalah, terlalu banyak departemen, terlalu banyak prioritas!”

Tantangan utama di jaman ini adalah bagaimana kita memilih prioritas dan melaksanakan itu sampai tuntas.

Teknologi seperti laptop, koneksi internet, social media…membantu kita semua dalam melakukan komunikasi lebih cepat, kolaborasi lebih luas, dan akses ke dalam knowledge yang hampir tak terhingga.

TAPI…

Semua itu membawa konsekuensi: kita kebanjiran informasi, kebanjiran persoalan, kebanjiran aktivitas. Inflow problems dan hal yang harus dikerjakan menyamai inflow informasi yang masuk ke dalam inbox kita: di PC, laptop, tablet, smatphone.

Kita tenggelam dalam lautan data, informasi, dan masalah.

Namun ada tool yang sangat efektif: Prinsip 80/20. Ini senjata rahasia (umum) orang-orang yang melakukan problem solving. Para desainer solusi.

Di tahun 1906, Vilvredo Pareto menemulan fakta bahwa 20% dari penduduk Italia menguasai 80% kekayaan negara itu. Yang mengejutkan adalah ia menemukan pola yang sama berulang di negara-negara Eropa lainnya. Ini kemudian dikenal dengan Prinsip Pareto.

Di tahun 1950-1960an, Joseph Juran menggunakan Prinsip Pareto untuk menyelesaikan masalah-masalah produksi di pabrik-pabrik. Ia juga menemukan pola yang sama: ada sekitar 20% dari masalah yang berkontribusi terhadap 80% output yang kita inginkan. Dalam bahasa Juran: there are “Vital Few” over the “Trivial Many”.

Belakangan ini Robert Koch kembali mengkampanyekan Prinsip 80/20 dalam buku-bukunya.

Baik Pareto, Juran dan Koch menyimpulkan hal yang sama: di dalam sebuah populasi (entah itu manusia, produk, masalah, projects, partai) akan ada sekitar 20% atau kurang yang berkontribusi sangat besar terhadap output.

Contoh-contoh lain:

di Indonesia mungkin lebih dari 60% kekayaan nasional hanya dikuasai kurang dari 5% warga negara Indonesia.

Dari 13.000 pulau di Indonesia, yang menjadi tulang punggung dan vital bagi Indonesia mungkin kurang dari 15 pulau.

Di dalam Blackberry kita ada lebih dari 25 software/aplikasi, namun bisa dipastikan yang paling vital bagi kita mungkin kurang dari 5 (dalam contoh saya, vital few adalah: BBM, email, SMS, contact).

Key Takeaway:

Jika anda sedang tenggelam dalam puluhan proyek, puluhan permasalahan, carilah the vital few: key driver yang akan menjadi penentu output anda. Apapun itu.

Jika anda mengerjakan 10 aktivitas/initiative/proyek, ada kecenderungan kita menganggap kesepuluhnya sama pentingnya. Lihat lagi, telaah dengan baik, temukan the Vital Few.

One Response to Apple revenue & 80/20 rule: melihat fokus di dalam kerumitan

  1. Setio says:

    Mantap mas bli🙂 suka dengan cara pemaparannya! Thanks for this hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: