it’s simply because we DON’T DO what we know (not because we DON’T KNOW what to do) – part 2

June 28, 2011

menyambung tulisan tempo hari, ini tambahan beberapa hal yang kita sudah TAHU tapi jarang yang BISA MELAKUKAN:

  • antri
  • [di jalan umum dan di tol] menyalip tidak dari kiri
  • [di tol] lajur kanan hanya untuk mendahului
  • [di tol] kecepatan minimum 60 dan maksimum 80 km/jam  *mengingat seringnya kita melanggar ini saya mulai berpikir apa mending rambu-rambu ini dihilangkan saja atau aturan diubah biar lebih sesuai dengan kenyataan di lapangan*
  • TIDAK KORUPSI  *ga perlu komentar, terlalu sering dibahas, diseminarkan, tinggal  diimplementasikan aja*

 

 

Advertisements

wajib baca buku ini: UNTUK INDONESIA YANG KUAT (Ligwina Hananto)

April 28, 2011

       let me go straight

saya bukan fans Robert Kiyosaki (but I think the 4 quadrant is a good thinking)

saya tidak terpesona dengan ide-ide “financial freedom” seperti yang didengung-dengungkan banyak  pakar luar negeri maupun dalam negeri.

menurut saya agak ironis mengejar kemerdekaan finansial sambil mengejar materi dan kekayaan duniawi.

satu-satunya cara  mendapatkan  kemerdekaan finansial adalah dengan berhenti mengikuti keinginan duniawi. menjadi yogi. menjalani tahap wanaprastha, biksukha. maybe i am wrong, but that’s me.

saya pernah mengikuti seminar/sharing Ligwina yang berjudul Menabung Saja Tidak Cukup        (diadakan di tempat kerja saya dulu) .

it was good, but not stellar

tapi buku ini berbeda.

this is a rare gems, a masterpiece. please read this book.

I don’t know Ligwina personally, so I don’t have obligation to say anything good if it is not.

Kenapa wajib membaca buku ini?

1. Buku ini ditulis dengan passion yang menderu-deru untuk sebuah visi yang luar biasa kuat dan genuine.

Luar biasa!

Saya tidak pernah menduga bahwa ide perencanaan keuangan bisa dihubungkan dengan ide besar membangun golongan menengah Indonesia. Tapi itu sangat benar (setelah saya baca sampai habis buku ini) dan saya sangat setuju. Golongan menengah yang punya potensi besar untuk keluar kemiskinan bisa menjadi lokomotif buat nasion kita.

Dalam dua tahun terakhir, ini adalah buku ketiga yang bisa membakar saya… buku pertama adalah Linchpin karya Seth Godin, dan buku kedua adalah Your Job is not Your Career karya Rene Suhardono.

2. Simple dan praktikal: common senses can be common practices

Dalam perjalanan hidup ini, saya sampai pada tahap yang mulai menghargai hal-hal simpel, gampang dicerna dan bisa diterapkan. Buku ini memberikan argumentasi kenapa kenapa kita kaum muda golongan menengah harus berubah dan memberikan cara/contoh yang mudah diterapkan. Bahkan Ligwina memberikan 100 langkah rencana aksi keuangan.

Saya kutip 7 langkah pertama (sisanya baca bukunya yaaaa – capek nih ngetik):

  1. Memiliki penghasilan
  2. Memisahkan pengeluaran bulanan dengan pengeluaran mingguan
  3. Pergi ke ATM seminggu sekali saja
  4. Mengerti cara kerja kartu kredit
  5. Utang kartu kredit lunas setiap bulan
  6. Membayar pajak dan melaporkan SPT
  7. Punya rencana keuangan sederhana buatan sendiri

3.  Mengingatkan tentang pemberdayaan lingkungan sekitar

Buku ini juga membangunkan saya akan satu hal penting. Bahkan jika kita sudah mulai cukup kuat fondasi keuangannya, mulailah melihat saudara kita, teman, para asisten rumah tangga, supir kita. Bisakah kita membantu mengangkat mereka? Misalnya memberi beasiswa anak supir kita atas penghargaan terhadap kesetiaan dan kerja kerasnya? Bisakah kita membantu Mbak di rumah agar gaji bulananya tidak habis untuk membeli pulsa tapi menjadi sesuatu yang lebih berguna?

Menjadi penting menurut saya untuk mengajak teman, keluarga dan kolega saya untuk membaca buku ini dan yang terpenting, mulai melaksanakannya.

notes:

saat menceritakan tentang buku ini sekilas di kelas yang saya ajar tadi pagi, para peserta training meminta saya membawa buku ini ke kelas.