apa inti ajaran Deming?

April 21, 2011

bagian kedua dari trilogi tulisan tentang Deming dan relevansi ajarannya di masa sekarang.

Deming dikenal sebagai Bapak Quality sejak berhasil membawa Jepang bangkit sejak awal tahun 1950-an, dan (baru) disadari di Amerika kehebatannya di tahun 1980-an.

Yang menarik adalah, apa yang dia yakini dan ajarkan di Jepang  di tahun 1950 masih sangat relevan di masa kini. Mungkin apa yang diajarkan dulu itu, sekarang bukanlah sesuatu yang layak disebut ilmu baru. Namun kenyataannya sampai sekarang, tidak banyak yang mempraktikannya.

Inilah inti ajaran Deming, dan lihatlah betapa simpel dan aktualnya ajaran ini buat Indonesia di masa sekarang (remember, simple does not always mean easy). This common senses can be common practices. Just need commitment and discipline

Advertisements

alasan untuk customer focus & improve quality: SURVIVAL

April 21, 2011

Menyambung posting sebelumnya tentang pengaruh Deming terhadap kebangkitan industri Jepang banyak juga yang memberi komentar bahwa problem jaman sekarang ini adalah inovasi dan marketing, bukannya “operations management” seperti quality management yang menjadi pemikiran utama Deming.

Saya akan menjawab komentar itu ke dalam tiga tulisan,  yang pertama akan saya jelasakan disini.

Revolusi perbaikan sistem produksi dan quality management di tahun 1950-an, pada awalnya bukanlah didasarkan pada keinginan untuk memperbaiki produksi semata.

Pada awalnya, para ilmuwan dan insinyur Jepang (yang tergabung dalam JUSE), risau akan neraca perdagangan Jepang yang saat itu sangat negatif, artinya impor jauh lebih besar dari ekspor.  Sebagai negara yang tidak punya sumber daya alam terlalu banyak, jalan satu-satunya adalah mengekspor produk Jepang ke luar negeri lebih banyak dari sumberdaya yang mesti diimpor.

Dengan produksi berkualitas buruk dan juga tidak menciptakan barang yang diinginkan customer, para ilmuwan dan insinyur Jepang sangat sadar bahwa kelangsungan industri dan ekonomi mereka ada di ambang bahaya. Jadi pemikiran QualityManagement dan Customer Focus yang diajarkan oleh Deming semua berawal dari masalah dasar manusia: SURVIVAL.

Bagaimana dengan Indonesia sekarang di tahun 2011? Enampuluh tahun setelah Jepang “tercerahkan”…

Bagaimana meningkatkan daya saing Indonesia dalam Doing Business in Indonesia 2012? Data Doing Business in Indonesia 2011 menunjukkan Indonesia ada di urutan 121dari 183 negara turun dibanding tahun 2010 (115).

Dari situs yang sama, ditunjukkan bahwa untuk memulai suatu bisnis di Indonesia, butuh waktu 47 hari. Bandingkan dengan negara yang lebih maju yang hanya butuh rata-rata 14 hari?

In summary, apa yang diajarkan oleh Deming adalah suatu metodologi survival sebagai suatu organisasi (bisnis maupun public services). Customer focus dan quality improvement bukanlah hanya tentang operations tapi lebih mendasar yakni kelangsungan hidup dan competitiveness.